REDENOMINASI VS SANERING

Uang Rupiah Zaman SoehartoiKb – Beberapa hari terakhir ini mugkin nasabah perbankan ada yang bertanya tentang masalah pemotongan nilai uang dari Rp.1000 menjadi Rp.1. Hal ini mengemuka setelah pemerintah menyatakan sedang mengkaji kemungkinan tersebut. Yang perlu dimengerti degan jelas, pemerintah sedang mengkaji kemungkinan redenominasi. Dan redenominasi  tidak sama dengan SANERING.

REDENOMINASI adalah pengurangan pecahan mata uang tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Contoh : Jika Rp.1000 diredenominasi menjadi Rp.1, maka :

1 USD=Rp. 9

dan jika dahulunya bayar parkir= Rp.2000, sekarang Rp. 2

Makan Nasi Padang=Rp.11

Intinya, redenominasi tak lebih sebagai langkah penyederhanaan numerikal, karena mata uang Indonesia sudah terlalu banyak nol nya. (Perlu diketahui; Indonesia adalah negara ke 2 di dunia yang memiliki pecahan uang 100.000, selain Vietnam.  Sedangkan Zimbabwe pernah mencetak uang dalam pecahan 1.000.000.000 dalam kondisi darurat setelah terjadi inflasi jutaan %). Setelah redenominasi, pecahan mata uang kertas kita mungkin akan seperti Singapura (SGD) atau Australia (AUD), dimana hanya ada Rp.1, Rp.2, Rp.5, Rp.10, Rp.50, Rp.100, dan koin koin dalam pecahan sen.

Lalu apa maksud dari istilah SANERING?

Sanering adalah pemotongan nilai mata uang (seperti yang pernah terjadi diIndonesia pada tahun 1960 an) Contoh : Jika Rp. 1000 dipotong nilainya menjadi Rp. 1, maka : 1 USD=tetap Rp.9.000 (yang artinya setara dgn Rp.9.000.000, atau 1000 x  dari sebelumnya)

Bayar parkir = tetap Rp.2.000 (atau sama dengan =Rp. 2juta) ;Nasi Padang = tetap Rp. 11.000 (=Rp 11juta) Intinya, uang yang kita miliki akan berkurang 1/1000 x, atau semua brg akan menjadi lebih mahal 1000 x.

Namun redenominasi memerlukan proses panjang, Bank Indonesia (BI) telah melakukan studi banding ke Turki yang pernah melakukan redenominasi & butuh masa sosialisasi/transisi sampai 5 thn.Apalagi Indonesia, dgn 240 juta jiwa (baik yang terpelajar maupun yang tidak pernah sekolah tapi kenal duit !! weleh-weleh), yang tersebar di 13.000 pulau dan butuh waktu & perencanaan yg benar2 solid sebelum menjalankan redenominasi ini. BI menegaskan wacana redenominasi masih sebatas kajian semata. Jadi intinya, jangan terlalu panik, jangan gara-gara hal ini anda akan menjual seluruh rupiah anda kedalam dolar atau siap-siap menimbun barang agar nanti nya hal ini terjadi anda menjualnya dengan mahal. Mari kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah, mereka punya ahli-ahli ekonomi dan peneliti-peneliti yang kompeten dibidangnya dan mereka tahu “pasti” apa yang terbaik buat bangsanya.

ok, cu ^_^

*jika ada yang ingin menambahkan, monggo.. silahkan !!